Kediri, 27 November 2022 – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIFA Kediri kembali menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai bagian dari siklus penjaminan mutu internal. Agenda ini menjadi forum evaluasi atas tindak lanjut hasil Audit Mutu Internal (AMI) yang dilaksanakan pada 17–24 Oktober 2022, sekaligus membahas isu eksternal dan internal yang mempengaruhi sistem manajemen mutu, serta merumuskan peluang peningkatan kualitas kelembagaan.
Dalam laporan RTM, seluruh program studi telah menindaklanjuti temuan AMI dengan status “OK”. Survei kepuasan pelanggan yang melibatkan 543 responden dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan pengguna menunjukkan indeks kepuasan 3,27, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada pada angka 3,18. Hasil ini menegaskan adanya perbaikan layanan, meski sejumlah masukan seperti keterbatasan sarana prasarana dan akses wifi yang kurang cepat masih menjadi perhatian serius.

RTM juga menyoroti perlunya optimalisasi tata kelola organisasi, termasuk penetapan struktur yang lebih efektif, pembentukan unit baru seperti UPT TIPD, PPBA, PKTQ, dan Aswaja Center, serta penguatan UPT Perpustakaan. Penambahan SDM baru di berbagai bidang, penertiban rangkap jabatan, serta pengadaan SIAKAD online menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu tata kelola. Selain itu, IAIFA Kediri menegaskan komitmen untuk memperkuat penelitian, publikasi ilmiah, dan pengembangan kurikulum berbasis MBKM.
Rektor IAIFA Kediri, H. Suwarno, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa RTM tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola kelembagaan. “Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar mendukung pencapaian akreditasi unggul. Optimalisasi struktur organisasi, penguatan SDM, serta pemanfaatan teknologi informasi adalah kunci agar IAIFA mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ketua LPM IAIFA Kediri, Miksan Ansori, M.Pd., menambahkan bahwa tindak lanjut hasil AMI harus dijalankan secara konsisten oleh setiap program studi. “Temuan minor yang muncul dalam audit tidak boleh berulang. LPM akan terus memperkuat monitoring dan evaluasi, memastikan setiap unit menjalankan tindakan perbaikan yang telah diputuskan. Dengan begitu, mutu kelembagaan dapat terus meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap IAIFA semakin kokoh,” tegasnya.
Rapat Tinjauan Manajemen 2022 ini menegaskan komitmen IAIFA Kediri untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari pimpinan dan penguatan peran LPM, IAIFA optimis mampu mencapai target akreditasi “Sangat Baik” serta memperkuat tridharma perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan era pendidikan 4.0 dan Revolusi Industri 5.0.




Leave a Reply